Cinta Sejati
Wednesday, 21 November 2012 | 21:49 | 0 comments
Assalamualaikum readerss !
Yang manakah disebut cinta sejati?
Ada seorang laki-laki yang sangat mencintai seorang wanita. Ia ingin wanita itu bahagia. Ia rayu dengan ucapan manis yang membuat hati seorang wanitanya melayang. Bagai hati bersayap dan terbang di alam khayalnya. Jika ada laki-laki lain yang mengganggu wanitanya, ia berada di depan bagai benteng istana kokoh yang tak kan runtuh. Di saat berdua, ia genggam tangannya, ia dekap seolah ingin hidup bersamanya abadi selamanya.
Apakah ini cinta sejati? Masih belum. Apalagi jika ternyata ia bukan istrinya, sudah pasti bukan. Itu hanyalah cinta yang menyamar seolah cinta yang agung. Syaitan telah berhasil menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka.
Lalu manakah yang disebut cinta sejati?
Seorang ayah sangat bangga ketika anaknya yang mungil lahir dari istrinya tercinta. Ia peluk dan cium penerus genarasinya. Ia bekerja siang malam membanting tulang, dengan peluh keringat hanya untuk kebahagiaan keluarganya. Dan seorang ibu mengasuhnya dengan penuh cinta kasih. Ia yang mengandung selama 9 bulan dalam keadaan susah yang bertambah-tambah. Di saat melahirkan dengan perjuangan bahkan mempertaruhkan nyawanya dengan rasa sakit yang sangat. Tidak sedikit seorang ibu yang meninggal saat melahirkan anaknya. Ibunya merawatnya, mendidiknya hingga tumbuh besar. Dan meskipun anaknya terkadang sangat menjengkelkan, ibunya tetap sabar mendidiknya agar anaknya tumbuh sehat bahagia dan kelak menjadi orang yang berhasil.
Barulah kita tahu inilah cinta sejati, benar? Mungkin sebagian teman-teman setuju akan hal ini. Cinta sejati adalah cinta orang tua kepada anaknya, apakah benar? Namun saya menyebutnya masih belum. Tapi yang perlu digaris bawahi bukan karena saya tidak tahu berterima kasih kepada kedua orang tuaku. Saya bisa rasakan bagaimana kasih sayang dan perjuangan kedua orang tuaku sejak saya kecil karena memang kedua orang tuaku sangat baik sekali kepadaku, kasih sayang yang sangat dan juga dari keluargaku (saudara-saudara). Dan untuk orang-orang di dunia saat ini, di hati saya kedua orang tuaku lah yang paling aku utamakan dan juga keluargaku.
Lalu kenapa menyebutnya masih ada yang kurang? | Karena hal ini masalah yang bersifat relatif, berarti ada yang lebih lagi dari itu. Dia adalah Nabi Muhammad SAW.
Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (Qs 9:128)
Hadis riwayat Abu Hurairah ra. dia berkata:Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya perumpamaanku dan umatku adalah seperti seorang yang menyalakan api yang mengakibatkan binatang-binatang melata dan nyamuk terperangkap ke dalam api tersebut. Aku sudah berusaha memegang ikat pinggang kalian namun kalian malah menceburkan diri ke dalamnya. (Shahih Muslim No.4234)
Rasulullah saw. berjuang bagaimana agar umatnya bahagia, agar sukses, menang, dan selamat selamanya, tidak hanya di dunia yang sangat sebentar, namun juga bahagia selamanya dalam keabadian. Kalau Rasulullah saw nggak cinta kepada kita, tentunya Rasulullah saw nggak usah capek-capek berjuang sedemikian beratnya. Beliau dicaci, difitnah, diboikot, dilempari kotoran, diganggu sampai wajahnya berdarah, diperangi, beliau tetap konsisten berjuang untuk kebaikan umatnya, agar umatnya selamat dunia akhirat. Kalau nggak gitu, kita mungkin nggak dapet petunjuk lewat beliau dan nggak selamat dan di akhirat menderita selamanya. Dan itu penderitaan yang sebenar-benarnya. Tahukah penderitaan yang paling ringan di akhirat kelak? Siksaan paling ringan di akhirat adalah 2 bara api yang ditaruh di bawah kaki hingga membuat otak mendidih. Semoga Allah melindungi kita dari hal ini. Aamiin
Ini untuk level manusia tentunya. Kalau mau melihat dari segala hal, tentunya puncak dari cinta sejati itu hanya Allah. Bukan cinta kita kepada Allah, tapi cinta Allah kepada kita. Karena segala kebaikan dan keindahan itu adalah dari Allah.
Tapi pada intinya cinta sejati itu bukan cinta yang mementingkan keindahan romantisme belaka, namun harus dipastikan apakah keindahan tersebut memang benar-benar keindahan yang sebenarnya ataukah hanya fatamorgana aja. Apakah keindahan kecil dan sebentar yang mengantarkan pada penderitaan yang lama ataukah keindahan yang juga menyelamatkan kita dari kesengsaraan dan mengantarkan kita pada kebahagiaan yang benar-benar bahagia dan kekal kelak. Karena ada juga yang mengatasnamakan cinta namun menodai kesucian cinta itu sendiri. Mengatakan cinta tapi tak ada tanggung jawab, sering berbohong, atau bahkan berkhianat. Semoga Allah melindungi kita dari hal seperti ini.
Kalau ada yang bilang “Engkaulah cinta sejatiku. Ombak kan ku lalui, badai akan ku terjang. Kau lah segalanya bagiku. Tak ada yang kutakuti demi untukmu, sayang”. Lalu yang cewek nyahut, “Mas, saya tersinggung” | “Kamu tersinggung kenapa sayang?” | “Kamu bilang berani dengan ombak dan badai, tapi pergi menemui orang tuaku untuk melamarku aja takut. Berarti menurut mas orang tuaku lebih menakutkan daripada ombak dan badai. Saya tidak terima, mas. Saya tersinggung. Kemarin saya sholat istakharah dan berdo’a, Ya Allah kalau ini baik, tunjukkan kebaikannya. Kalau tidak baik, tunjukkan ketidak baikannya. Hari ini saya lihat, Allah tunjukkan ketidakbaikan. Kalau begitu kita putus saat ini juga”| “Tapi kan kamu udah janji akan bersamaku?” | “Saya ini aja, akan berpuasa 3 hari sebagai kafarat pembatalan janji itu. Jadi tidak ada dosa lagi untukku” | “Tapi dulu kamu bilang sangat mencintai saya?” | “Iya, itu dulu. Mudah bagi Allah membolak-balikkan hati ini, sangat mudah bagi Allah menanamkan dan mencabut rasa cinta pada setiap orang. Sekarang udah hilang. Hilang, mas….hilang tak berbekas.” | “Waahh… kamu awas ya kalau saya putusin nanti kamu nggak akan punya jodoh lagi” | “Pabrik itu bikin sepatu udah pasti dengan pasangannya. Allah juga menciptakan manusia berpasang-pasangan (Qs 78:8). Saya tinggal mendekat kepada Allah Penguasa alam semesta ini agar dikasih jodoh yang baik. Saya ingin jodoh yang berusaha meneladani Nabi Muhammad saw. Dia yang mencintaiku dengan tulus karena Allah. Dia yang berusaha melindungiku dari beratnya beban hidup. Dia yang bisa membimbingku agar aku selamat di dunia dan akhirat kelak dan bahagia abadi selamanya. Dia yang punya prinsip dan pendirian yang kokoh pada kebenaran. Dia yang takut kepada Allah, tidak berani berbohong karena yakin Allah Maha Mengetahui segala sesuatu dan Maha Mendengar setiap ucapan, yang bertanggung jawab karena yakin kelak setiap perbuatan sekecil apapun ada pertanggung jawabannya kepada Allah. Dia yang tak berani menyakiti dan berkhianat karena yakin Allah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. Dia yang mapan mampu mencukupi kebutuhanku dan anak-anakku karena dia “bekerja” kepada Allah karena dia yakin Allah Maha Mencukupi segalanya. Saya tidak hanya ingin kebahagiaan yang sedikit dan sebentar di dunia ini. Saya juga ingin bahagia selamanya. Hidup bersama suamiku dalam cinta indah yang kekal abadi di surga kelak dengan kebahagiaan yang tak pernah dan tak bisa dibayangkan sebelumnya. Sudah ya. Assalamu’alaikum.” | Dan si cowok langsung mewek sambil mengatakan,” Ya Rabb, iya nih saya ngaku banyak dosa ke dia. Banyak ucapan-ucapan manis dan malah jadi PHP. Kok dia jadi sadar gitu dengan kebohongan dan gombalan-gombalan saya, Ya Rabb? Engkau yang menyadarkannya. Banyak kebohongan yang telah saya lakukan. Banyak janji yang saya ingkari. Bukannya ngajak dia kepada perkara yang halal, saya malah menjerumuskan dia ke dalam perkara yang haram. Ngaku saya atas dosa saya Ya Rabb, ngaku-ngakunya cinta sejati kepadanya padahal mah nggak, malah membuat dia celaka menjerumuskan ke dalam dosa (╥_╥) |
Yang cewek insya Allah dapet cowok yang soleh, yang cowok jadi tobat. Kalau begitu kan bagus, hehe…
Sebenarnya tulisan ini hanyalah pengantar untuk tulisan intinya nanti, insya Allah. Allah tahu ada saatnya di umur tertentu hamba-Nya punya rasa cinta kepada lawan jenis karena memang Allah yang menciptakan kita demikian. Dan Allah menurunkan solusinya pula untuk masalah ini. Bukan jalan untuk kebahagiaan sementara dan sedikit di dunia ini yang bisa menjerumuskan kepada kesengsaraan kelak, tapi jalan kebahagiaan yang bisa mengantarkan kita kepada surga-Nya kelak, kebahagiaan yang kekal abadi yang keindahannya tak pernah terlintas dalam benak setiap manusia di dunia (Qs 32:17)
Keindahan yang paling indah di dunia ini hanyalah setetes embun kecil dibandingkan dengan air di samudera yang luas, yakni kebahagiaan yang ada di akhirat kelak. Sangat disayangkan jika kita menukar kebahagiaan akhirat dengan kebahagiaan dunia yang sangat sedikit dengan cara yang nggak benar. Padahal jika tujuan kita adalah kebahagiaan akhirat, caranya adalah dengan jalan yang benar dan insya Allah di dunia juga bahagia. Ini yang pernah pdkt sama orang yang dicintai, bagaimana rasanya. Indah? Apalagi kalau jadi nikah. Kalau nikah jadi sebegitu bahagianya, apalagi kalau di surga kelak dipertemukan lagi dan hidup bersama. Dan wajahnya udah sangat berbeda. Sangat cantik, jauh kecantikannya nggak bisa dibayangkan di dunia. Seandainya bidadari surga menampakkan sebentar ke dunia, itu cahayanya menerangi langit dan bumi. Bahkan kerudung penutup kepalanya itu jauh lebih indah dari dunia dan seisinya. Yang cowok juga tampannya udah sangat beda. Ini yang cewek pernah liat wajah ganteng cowok, paling ganteng juga itu masih belum seberapa dibandingkan ahli surga kelak. Apalagi di surga itu kebun-kebun yang indah dan pohon-pohon yang rindang yang buahnya sangat mudah diambil. Dibawahnya juga ada sungai yang mengalir indah. Bening. Dan keindahan cinta di dunia itu nggak ada apa-apanya karena itu hanya satu bagian saja dari seratus kerahmatan dari Allah. Sedangkan sembilan puluh sembilannya di surga kelak. Gimana rasanya kalau kita hidup di sana dengan istri kita kelak dan di sana tetap muda dan tidak ada kematian lagi, tidak ada kesusahan dan kepayahan lagi, yang ada hanyalah kebahagiaan yang terus menerus, dan hidup dalam cinta abadi yang indah?
Cinta abadi itu ada. Dan jalannya bukanlah seperti film-film romantis ataupun novel khayalan. Tidak ada jalan untuk meraih cinta abadi selain dengan jalan ketakwaan kepada Allah, karena yang punya surga adalah Allah.
Kenapa jadi pada mupeng gini. Jadi pengen kebahagiaan yang mana nih? Sebentar saya terawang dulu…
tuing…tuing…. *tengok kanan* ʃ (・ .・ ) tuing….tuing….. *tengok kiri* ( ・. ・) ƪ tuing…tuing…. *tengok tengah* ʃ (・.・)ƪ Kelihatannya para pembaca banyak yang belum nikah nih. Kasian, ckckckc….| Kamu juga bar | Aku iya aja deh (¬_¬”)
Jadi insya Allah ini yang akan kita bahas untuk tulisan berikutnya. Jalan kebahagiaan yang kebahagiaannya tidak hanya di dunia yang sedikit ini, tapi bisa juga sebagai jalan untuk sampainya kepada kebahagiaan yang kekal abadi kelak, yakni tentang pernikahan. Mohon do’anya semoga terealisasikan.

